Aug 21

Bambang Dwi Atmaka

Experience of the IT industry spans the Personal Computer and Server environments over 15 years and covers both hardware, software, network and system. Designing and implementing corporate network is one of my experience. This include network infrastructure (design, implement) that covers: structured cabling, hub, consentrators, routers; Operating System installation, trouble shooting,setup the user needs and administering the network Experience on implementing Intranet, include Web Servers Instalation, Mail Servers, Messaging System setup(local and remote).

I have other 8 years experience in Factory as a Plant Manager, responsible on day to day operation covers both plan and operation.   I use my strong managerial skills to plan and develop TQM system on this Factory.

I have enclosed a Curriculum Vitae which provides a chronological list of job I have worked on.

  • Problem solver – this is my number one skill.
  • systems analyst and consultant recommending complete hardware software and systems solutions.
  • systems integrator
  • system administrator and technical support person for LINUX and for PC networks using TCP/IP
  • Intranet and Internet technology
  • Quality Management Practitioners
Jul 29

Kurikulum 2013 harus disertai manajemen perubahan

Sindonews.com - Selain melakukan perubahan Kurikulum 2013, pemerintah juga harus mengoreksi manajemen perubahan untuk membuktikan keberhasilan dari Kurikulum 2013 ke depannya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan, walaupun pemerintah melakukan perubahan kurikulum 2013, namun manajemen perubahan tidak dilakukan. Seharusnya pemerintah dapat mengelola dan cepat melakukan perubahan.

Menurutnya, hal ini dapat berakibat pada praktek dan manajemen di setiap sekolah. Karena manajemen perubahan sifatnya secara terus-menerus harus dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi.

“Sekarang yang terjadi perubahan terjadi tapi manajemen perubahannya tidak terjadi. Karena banyak yang menentang hal baru tapi tidak menyukai kurikulum yang lama. Arahnya jadi tidak jelas,” tandasnya saat ditemuiSINDO, di Rumah Perubahan Bekasi, Rabu (15/5/2013).

Praktisi Pendidikan ini mengatakan, melihat kurikulum yang lama yaitu KTSP yang dimulai pada 2006 memang sudah tidak coock diterapkan di tahun sekarang. Melihat perkembangan dunia, teknologi dan ilmu semakin berkembang, kecepatan, kreatifitas, persaingan membutuhkan para murid untuk dilatih bukan hanya pada konten pelajaran saja tetapi praktek mengekspresikan ilmu baik secara tertulis maupun verbal harus mampu diklaborasikan.

“Setiap 2,5 tahun ilmu pengatahuan menjadi dobel dan berkembang. Untuk itu harus dibangun dan dikembangkan dengan kolaborasi yang efektif kemudian diperlukan pemikiran baru, untuk itu kurikulum baru sudah tidak cocok lagi,” ujar dia.

Dalam hal ini, diharapkan Kurikulum 2013 dapat melakukan perubahan. Namun, diketahui hal itu  tidak bisa secara langsung berhasil. Untuk itu dibutuhkan pembinaan dan pendampingan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pelatihan yang diberikan pemerintah kepada  beberapa guru pada bulan Juli nanti bukanlah suatu instruksi yang mati ditempat. Namun, pemerintah harus menurunkan praktisi pendidikan yang sudah berkompeten untuk melakukan mentoring yang berkelanjutan.

“Kuncinya ada pada pedampingan para praktisi yang sudah menerapkan sistem ini lebih dulu. Mereka akan dimonitoring oleh pemerintah,” papar dia.

Lanjutnya, ke depannya dia melihat sistem penerapan UN tidaklah seperti ini. Pemerintah dan sekolah harus menentukan standar sebagai syarat pengujian.

“Misalnya sistem ujian diganti dengan esai, namun kendalanya pengisian soal dengan karangan akan lebih sulit dikoreksi. Tetapi sekolah dapat menentukan kualitas sekolah dalam memberikan standar pengajaran,” tegasnya

sumber :

http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/16/15/749284/kurikulum-2013-harus-disertai-manajemen-perubahan